BUNGA EDELWEIS – BUNGA KEABADIAN YANG MENJADI DAMBAAN

BUNGA EDELWEIS – BUNGA KEABADIAN YANG MENJADI DAMBAAN

Kalian pasti pernah mendengar mengenai bunga yang satu ini, bunga yang tidak asing bagi kalangan pendaki Gunung. Ya, Edelweis namanya. Orang sering menyebutnya dengan Everlasting Flower (Bunga Keabadian) karena bunga ini tak pernah mati.

Selain itu, bunga ini memiliki nama ilmiah Anaphalis Javanica yang hanya dapat ditemukan di daerah dataran tinggi, seperti di daerah pegunungan di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Lombok. Bunga Edelweis hanya dapat tumbuh di tempat dengan sinar matahari yang penuh. Selain itu, bunga ini adalah bunga dambaan para pendaki walau sebenarnya tidak diperbolehkan memetiknya.

Pohon Bunga Edelweis ini pada umumnya tumbuh nggak lebih dari 1 meter. Namun, pada kondisi tertentu pohon tersebut bisa tumbuh hingga setinggi 8 Meter dengan batang pohon sebesar kaki manusia. Edelweis tumbuh subur pada ketiggian diatas 2.000 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL), tergantung kepada suhu dan kelembaban udara.

Namun, pohon ini juga mampu hidup ditanah tandus dan berfungsi sebagai tumbuhan pelopor pada tanah vulkanik muda di pegunungan. Bunga Edelweis yang hidup di tanah Pegunungan Indonesia berbeda dengan bunga edelweis yang hidup di Luar Negeri.

Di Indonesia, Spesies Edelweis yang tumbuh adalah jenis Anaphalis Javanica sedangkan di Luar Negeri adalah Jenis Leontopodium Alpinum. Bahkan, di Negara Austria, Edelweis jenis Leontopodium Alpinum tersebut dijadikan Bunga Nasional.

Tahukan anda tentang Edelweis yang menjadi Bunga Keabadian  ?

Julukan bunga yang melekat pada Edelweis rupanya berasal dari hormon etilen yang terkandung pada bunga ini yang mampu mencegah kerontokan kelopak bunga. Berkat hormon etilen inilah Bunga Edelweis mampu bertahan mekar hingga 10 Tahun lamanya. Akibat jangka waktu mekar yang sangat lama, hingga kini Bunga Edelweis banyak menjadi incaran Para Pendaki untuk dibawa turun sebagai oleh-oleh Pendakian.

Padahal, tidak banyak para pendaki ketahui bahwa sudah ada peraturan yang melindungi populasi Bunga Edelweis ini. Yaitu Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem sesuai Pasal 33 ayat 1.

Adapun beberapa Padang Bunga Edelweis di Indonesia dapat ditemukan di Pegunungan Tanah Jawa, seperti Papandayan, Gunung Gede, dan Gunung Pangrango.  Sedangka lokasi budidaya Edelweis telah tersebar di beberapa wilayah; antara lain Pegunungan Dieng, Lereng Gunung Bromo, dan Desa Besakih.    

#pejalanlambat #penikmatsenja #santrirealistis #bungaabadi #edelweis     

Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

Penulis adalah Tutor Bahasa Asing, Pewarta sukabumiNews.net, Content Creator Posciety.com, Relawan Santrimengglobal.com, dan Founder Santrirealistis.com. Hobinya sederhana, Explore Euforia Alam Bebas (Adventure), Travelling Keliling Kota dan Mencicipi Kuliner Khas Daerah. Salam Lestari, Salam Literasi, dari Santri Sukabumi.

One thought on “BUNGA EDELWEIS – BUNGA KEABADIAN YANG MENJADI DAMBAAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *